Like Box

Showing posts with label BOYOLALI. Show all posts
Showing posts with label BOYOLALI. Show all posts

Sunday, March 18, 2012

LETAK KOTA BOYOLALI

GEOGRAFI

Kabupaten Boyolali memiliki luas wilayah lebih kurang 101.510.0965 ha atau kurang 4,5 % dari luas Propinsi Jawa Tengah. Wilayah Boyolali terletak antara 110o 22’ BT – 110o50’ BT dan 7o36’ LS – 7o71’LS dengan ketinggian antara 100 meter sampai dengan 1.500 meter dari permukaan laut.
Sebelah timur dan selatan merupakan daerah rendah, sedang sebelah utara dan barat merupakan daerah pegunungan.
Sebelah utara : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan.
Sebelah Timur : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo.
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Klaten dan DIY.
Sebelah Barat : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang.
Jarak bentang :
  • Barat – Timur = 48 km
  • Utara – Selatan = 54 km
Struktur tanah wilayah Kabupaten Boyolali terdiri atas:
1) Bagian Timur Laut (Kecamatan Karanggede dan Simo) pada umumnya terdiri dari tanah lempung
2) Bagian Tenggara (Kecamatan Sawit dan Bayudono) struktur tanahnya adalah tanah Galih
3) Bagian Barat Laut (Kecamatan Musukdan Cepogo) struktur tanahnya berpasir
4) Bagian Utara sepanjang perbatasan Kabupaten Boyolali  dengan Kabupaten Grobogan struktur tanahnya berupa tanah kapur
Menurut ketinggian dari permukaan laut, wilayah Kabupaten Boyolali dibagi dalam kelompok sebagai berikut:
1) 100 - 400 M : Kecamatan Teras, Bayudono, Sawit, Sambi, Ngemplak, Simo, Nogosari, Kemusu, Karanggede, Mojosongo, dan sebagian Boyolali.
2) 400 - 700 M : Sebagai Kecamatan Boyolali, Mojosongo, Musuk, Ampel dan Karanggede.
3) 700 - 1000 M : Kecamatan Musuk, Ampel, dan Cepogo
4) 1000 - 1300 M : Sebagai Kecamatan Cepogo dan Ampel
5) 1300 - 1500 M : Sebagai Kecamatan Selo
Sungai utama di wilayah Kabupaten Boyolali yaitu: Sungai Serang, Cemoro, Pepe, dan Sungai Gandul. Selain itu terdapat 3 buah Waduk yaitu: Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak, Waduk Kedung Ombo di Kemusu dan Waduk Bade di Kecamatan Klego. Sumber air dangkal yang cukup besar di Tlatar Kecamatan Boyolali, Nepen di Kecamatan Teras dan Pengging di Kecamatan Banyudono.
Luas Wilayah Kabupaten Boyolali 101.510,0965 Ha terdiri dari:
1) Tanah Sawah : 23.287,4945 Ha (23,0 %)
2) Tanah Kering : 56.186,0830 Ha (55,3 %)
3) Tanah Lain : 22.036,5190 Ha (21,7 %)



----------------------------- +

Jumlah : 101.510,0965 Ha (100 %)

Sumber : http://www.boyolalikab.go.id


Friday, March 16, 2012

Kerajinan Tangan Boyolali

Tumang merupakan salah satu dari sekian banyak pengrajin di Kabupaten Boyolali termasuk salah satu penyumbang PAD yang signifikan.

Kerajinan ini berawal dari produksi peralatan rumah tangga seperti dandang, teko, panci dll yang bahan bakunya adalah plat tembaga, kuningan atau aluminium.
Usaha ini berjalan turun temurun . Hingga kini, kerajinan tembaga sudah merupakan salah satu hasil karya masyarakat Tumang dimana karya seni ini sudah berkembang menjadi Home Industri sebagai penopang perekonomian masyarakat. Kerajinan tembaga, kuningan dan aluminium yang dihasilkan antara lain adalah Air Mancur tembaga, Anyaman, Bathtub tembaga, Bowl, Gentong, Guci tembaga, Kaligrafi tembaga, Lampu Dinding, Lampu Gantung, Lampu Meja , Lampu Stand , Mirror Frame, Patung tembaga, Relief, Vase tembaga, Wastafel / sink tembaga, alat rumah tangga (dandang, panci, sendok nasi, dll) dan masih banyak yang lainnya. Bahan / material handicraft lain yang dapat digunakan adalah kuningan dan alumunium. Hasil produksinya telah mampu menembus pasar dunia. Khususnya Eropa dan Amerika.

Kerajinan Kayu 
Sepeda motor ini memang tidak dinaiki di jalan raya namun hanya untuk di pajang di rumah, tapi jangan salah lho kalo sepeda ini semua komponennya terbuat dari kayu dan dapat digerakkan seperti sepeda motor asli
Kerajinan ini dapat dijumpai di Kecamatan Mojosongo Boyolali tepat di tepi jalan menuju Klaten.
Waktu yang digunakan untuk memproduksi 1 unit memakan waktu selama 3 minggu dan produk ini telah merambah pangsa pasar benua  Eropa dan Amerika.


Coba amati detilnya, hebat bukan?
(ukuran sepeda motor kayu ini sama persis seperti aslinya)
Selain itu art shop ini juga memproduksi mainan (mobil, becak yang tentu bahan dasarnya berupa kayu)








 Sumber : www.pariwisataboyolali.info

Makanan Khas Boyolali


Jadah

Dinginnya udara pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Selo sembari menikmati kehangatan sapa penduduknya dan nikmatnya jadah bakar yang baru diangkat dari perapian. Terbuat dari ketan yang diolah bersama dengan parutan kelapa sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas. Dipadu dengan srundeng tempe bacem, terasa lebih nikmat.

Kesemek ( Tledung )
Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros buah ini banyak tumbuh di daerah Selo. Banyak manfaat dari buah kesemek, yang matang berwarna antara jingga kekuningan sampai kemerahan dan berdiameter antara 2-8 cm. Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah diolesi dengan air kapur dan diperam, agar rasa sepatnya hilang. Buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim dan lain-lain. Buah kesemek segar mengandung 19,6% karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7% protein, vitamin A dan kalium. Kesemek juga kaya akan likopen yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah kanker, phytochemical lutein, betakaroten dan serat. Kandungan polifenol di dalam kesemek dapat menurunkan kolesterol jahat dan mencegah penyakit jantung. Sedangkan serat kesemek dapat mengikat zat karsinogen dan mengelurakannya dari saluran cerna, manfaatnya kanker saluran pencernaan bisa dicegah. Serat juga menjegah sembelit dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Susu Sapi
Siapa yang tidak kenal dengan manfaat susu sapi.
Sebagai bahan dasar dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan



















Sambel Lethok
Rasanya kurang jika anda berkunjung di Kabupaten Boyolali, jika anda tidak mencoba makanan has yang satu ini, Sambel lethok

Sambel lethok mungkin dapat anda jumpai di Kabupaten lain di wilayah nusantara ini, akan tetapi rasanya tentu lain, hal inilah yang menjadi kekhasan Sambel Lethok Boyolali.
Perpaduan antara tahu dan tempe busuk serta diracik dengan bumbu pelengkap menjadikan aroma khas yang menjadikan selera makan bertambah apalagi menyantapnya panas-panas dengan sayur adas, toge, cenil, dan ditemani sepiring nasi atau semangkuk bubur panas dan segelas teh panas hmmmmmm....nikmat........
Salah satu gerai yang menyediakan makanan khas ini adalah Warung Makan Pak Suprih yang terletak di sebelah timur Terminal Boyolali tepatnya sebelah depan KUD Kota Boyolali dan yang lebih asyiknya lagi disediakan pula susu segar khas Boyolali

Sumber : www.pariwisataboyolali.info

WOOD BALL

Tlatar, Boyolali, Central Java, Indonesia
Sejarah singkat :

Permainan Woodball mulai diperkenalkan pada tahun 2002 di Indonesia oleh Tandiono Jecky dan Dr. Nugroho Widiasmadi, yang kemudian menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Woodball Association (Iwba) saat ini.
Lintasan Woodball pertama di Indonesia dibangun di Taman Air Ecotourism, Tlatar Boyolali, Jawa Tengah. Untuk mengawali kegiatan internasional, Iwba menyelenggarakan 1st Indonesia Open Woodball International Championship 2007 di Etasia, Boyolali.
Alat :
Menggunakan bola kayu dan tongkat pemukul (mallet)
Ukuran Mallet yaitu :
  • Bentuk T dengan berat 800 gram (1 3/4 lbs)
  • Panjang  900 + 100 mm (35.4 + 4 inchi)



    Ukuran kepala mallet 215 + 5 mm (8.46 + 0.20 inchi). dengan kepala mallet berbentuk botol dengan diameter terluar 66 + 2 mm (2.60 + 0.08 inchi), berat 38 + 1 mm (1.50 + 0.04 inchi), ketebalan karet (rubber cap) 13 + 1 mm (0.51 + 0.04 inchi).
    Mallet (Pemukul/Stik)














Bola (Ball)
Terbuat dari bahan kayu (natural wood)








Diameter 95 + 2 mm (3.74 + 0.08 inchi) berat 350 + 60 gram (0.77 + 0.13 lb)


Gawang (Gate)
  • Semua bahan dibuat dari kayu wood termasuk dua buah berbentuk botol.
  • Jarak dari tanah 150 + 5 mm inchi, diukur dari jarak terluar masing-masing.














Etasia Woodball Course , Tlatar, Boyolali, Central Java, Indonesia.









Peraturan main Wood Ball.pdf



Sumber : www.pariwisataboyolali.info

Friday, March 9, 2012

PENGGING



Umbul pengging terletak 15 km sebelah timur Kota Boyolali.

Kawasan ini bersejarah bagi  Kabupaten Boyolali dan memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Surakarta Hadiningrat.
Menawarkan pemandangan yang indah dan pemandian (umbul) alami serta suasana khas tempo dulu oleh sebab tempat ini dipakai oleh raja-raja Kerajaan Surakarta serta kerabatnya pada saat itu untuk beristirahat.
Pada Tahun 2007 Kawasan Umbul Pengging ini mengalami revitalisasi sehingga semakin menambah daya tarik wisata bagi obyek ini.
Terdapat tiga kolam pemandian utama yaitu :
Umbul Ngabean
Umbul Temanten
Umbul Duda


Gapura masuk  OW. Pengging - Utara



























Pemandian Anak














400 meter ke arah utara kawasan ini dapat kita jumpai bangunan gedung yang bernama Kapujanggan, gedung ini berfungsi untuk pementasan kesenian rakyat seperti karawitan, kethoprak, wayang kulit, tari-tarian tradisional, sebagai museum naskah kuno dan benda-benda pusaka.

Disekitar kawasan ini mulai tumbuh dan berkembang daya tarik wisata baru yang dikelola oleh pihak swasta antara lain Umbul Sewu, Kolam pemancingan dan rumah makan WIN-WIN.
Berjalan ke arah utara sekitar 50 meter dari Gedung Kapujanggan kita akan menjumpai sebuah masjid kuno yang bernama Masjid Cipto Mulyo, masjid ini berarsitektur joglo (rumah adat Jawa Tengah) memiliki bedug dan jam bandul yang berusia ratusan tahun.
Masjid ini erat kaitannya dengan sebuah makam di sebelah barat masjid ini yaitu tokoh Pujangga Keraton Surakarta R.Ng.Yosodipuro.


sumber : http://www.pariwisataboyolali.info

SAPARAN PENGGING




LEGENDA APEM KUKUS KEONG EMAS

Upacara Tradisional Sebaran Apem Kukus Keong Emas punika kalebet satunggaling tatacara adat ing tlatah Karaton Surakarta duk ing uni. Wondene dumadosing tatacara adat ingkang ngantos dumugi ing dinten punika dipunpengeti, kawiwitan rikala sugengipun Pujanggadalem Karaton Surakarta Hadiningrat R.Ng. Yosodipuro ing jaman Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana Ingkang kaping IV.

R.Ng.Yosodipuro rikala semanten kejawi minangka pujangga dalem Karaton Surakarta Hadiningrat ugi Ulama dalem Ingkang gegulang bab Agami Islam, pramila R.Ng. Yosodipuro lajeng paring wewarah saha piwulang dumateng siswa lan santrinipun. Bab piwulang ingkang dipun paringaken kalawau R.Ng. Yosodipuro ngendika bilih ing tataran Taukhid dumateng Gusti Allah SWT Kapitadosan ingkang dipun anut punika Sejatosipun “Sak Jan-jane Nur Illahi” salajengipun dipun besut mawi pralampita ingkang awujud “Janur”.
Kangge matebaken anggenipun paring piwulang R.Ng.Yosodipuro paring dawuh dumateng para siswa lan santrinipun sami ngasta apem kukus kabuntel janur ingkang awujud “Keong”. Bab Punika mengku pasemon bilih keong ingkang wujudipun alit saget ngawonaken kancil rikala don wasis ing dongeng “Si Kancil”. Carios punika nggambaraken bilih kawula alit ing Nagari Surakarta adiningrat tansah sayuk saeka kapti gesang linambaran manah ingkang tansah kumawula ing Gusti lan Ratunipun.
Salajengipun tatacara kalawau saged run-tumurun minangka pepenget lan piwulang ingkang sinandi lahir trusing batos, anggenipun tansah ngagungaken Asmanipun Allah SWT saha minangka tetenger pangolahing budi para leluhur lan priyagung ingkang sampun kepareng nyanggit minangka pemut dumateng sedayanipun.Tatacara kalawau lumampah ngantos ing jaman Karaton Surakarta Hadiningrat kaasta ISKS Paku Buwana X.
Sampun kawentar bilih ISKS Paku Buwana X punika Ratu ingkang wicaksana ing saliring reh lan kuncara ngantos ing jawi nagari ing reh migatosaken bab Budaya lan Tatacara. Kados kapacak ing piwulangipun ISKS Paku Buwana X ingkang babonipun saking jaman

Senopaten lajeng kabesut dening Pujanggadalem Kyai Yasodipuro ing pupuh Dhandhanggula :
Hugemana pepelenging Gusti
Yen Budaya hiku nora beda
Lan Pusaka Kedhatone
Manawa dipun rengkuh
Dipun Pepundi hamberkahi
Lamun siniya-siya
Tuwuh Halatipun
Marwa pra setyeng budaya
Pepetrinen huwoh pangolahing budi
Hing salami-laminya.
Kanti sekar punika nedahaken bilih budaya lan tatacara ingkang kasanggit linambaran Cipta Rasa Budi lan Karsa punika menawi dipun pepundhi hamberkahi lamun siniya-siya tuwuh halatipun.
Jumbuh kaliyan terang dawuh Dalem ISKS Paku Buwana X bilih “Kuncara Ruming Bangsa Dumunung Haneng Luhuring Budaya”. Kanti punika salajengipun Sampeyandalem paring dawuh dumateng abdi dalem Suranata ngawontenaken tatacara ingkang sampun dipun tindakaken para leluhuring pametri budaya winastan : “Paringan Apem Kukus Keong Emas”. Pramila dipun wastani keong mas jalaran wujudipun kados keong ingkang kabuntel janur warni jene.
Terang trawaca dawuh dalem, salajengipun para abdi dalem kalawau ndamel dhaharan apem kukus ingkang kabuntel janur awujud keong, ugi lepet lan kupat luwar. Sak sampunipun rampung kaasta dateng Masjid Cipto Mulyo saperlu kadonganan lan dipun suwunaken berkah dhumateng Gusti Ingkang Maha Suci.
ISKS Paku Buwana X tuhu Ratu ingkang tresna dhumateng budaya lan ngaosi dhumateng woh pangolahing budi para leluhur, pramila sampeyandalem nglestarekaken budaya, ing tatacara pandonga nyuwun berkah kalawau binarung ungeling gending-gending yasa dalem para Nata Ing Jaman mataram, ingkang suraosipun cakepan bab Sesanti lan pepuji tuwin wucalan ngelmu Agami Islam.
Wondene werninipun wonten kalih : Santiswaran lan Rarasmadya. Santiswaran ngrewat sesanti, dene Rarasmadya ngrewat wucalan. Rarasing gending kalawau sampun saged rinaos rikala jaman Sultan Agung, dene dumadosing cinathet ing Candrasengkala “Raras Hanggana Wisiking Nabi” utawi tahun 1566. Nitik suraosing candrasengkala kalawautetela manawi kagungandalem Santiswaran punapadene Rarasmadya ingkang sekaripun ngrewat Sesanti, Donga, Wucalan, kalawau salajengipun kasanggit dening abdidalem Ulama lan abdidalem Suranata.

Ing tatacara punika manawi dipun raras sedaya kalawau ateges manungaling kawula lan Gusti saha manunggaling Jawi kaliyan Islam, ngkang samudayanipun ngrewat bab kebatosan lan piwulang ilmu sarta bab tuntunaning gesang.

Perlu kawuningan bilih Kidung, Sekar lan Tembang kalawau ing kinanipun ngrewat Daya Prabawa ingkang linangkung, pramila namung dipun aturaken wonten sanglebetipun Masjid kemawon, imboten prayogi manawi kangge tetembangan ing sadhengah panggenan.
Saksampunipun kadonganan Apem Kukus Keong Emas kalawau lajeng dipun paringaken wonten sangajengipun Masjid Cipto Mulyo lan dipun pendheti utawi dipun suwun berkahipun para kawula saha para warga ingkang sami rawuh badhe nyuwun berkahipun.
Makaten menggah sejarah dumadosing Upacara Tradisional Sebaran Apem Kukus Keong Emas ing Masjid Cipto Mulyo, Pengging, Banyudono, Boyolali.

sumber : http://www.pariwisataboyolali.info


Water Boom PENGGING

SEDEKAH GUNUNG



LEGENDA SEDEKAH GUNUNG MERAPI
Argo Merapi mujudaken satunggaling Argo ingkang gadhah bobot ingkang inggil tumraping tanah jawi minggahing nuswantoro, kasusra dumugi ing tataran bawono awit mujudaken hardi ingkang asring piyambak mutahaken lahar ingkang ateges gunung berapi ingkang paling aktif ing donyo milo mboten mokal menawi anggadahi doyo tarik ingkang kiyat tumraping poro noro wisoto ugi anggadhai sesambetan ingkang raket kaliyan poro rojo ing tanah jawi, ingkang salebeting mitos ugi wonten sesambetan kaliyan Ratu kidul ingkang pinitados dados ratuning lelembut ing seganten kidul. Milo nomo jumbuh menawi ing Argo Merapi mujudaken papan ingkang kathah ngemot kawontenan-kawontenan gaib.


Derek punopo ingkang dados gotheking ngakatah awit saking pangandikaning poro leluhur duking kino makino gethok tular turun temurun ngantos dumugi ing titi wanci puniko kathah kedadosan ingkang kasad moto menopo dene ingkang mboten kasad moto, kathah dumados ing ardi Merapi. Ingkang sedoyo kala wau damel satunggaling raos kapitadosan tumrap wargo Selo mliginipun lan wargo masyarakat umumipun.Kapiji satunggaling kadadosan ing kolo rumiyin Kasunanan Surokarto wekdal semanten ingkang kepareng agasto jejed wengkuning projo Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Pakubuwono ing kaping enem (6), inggih Sinuhun Bangun topo, kepareng asring tindak mertinjo argo Merapi ingkang sayektosipun, kejawi tindak mertinjo lan ameng-ameng ing argo Merapi-Merbabu ingkang tuhu edi endah. Ugi wonten keparweng dalem ingkang sinandi nuwun inggih pepangihan winandi kaliyan Pangeran Diponegoro, saperlu paring bebantu anggenipun Pangeran Diponegoro perang lumawan Walandi. Dados kacetho ingkang Sinuhun Pakubuwono kaping VI, bidho apirowang dumateng penjajah Walandi ing wekdal semanten. Menggah pepanggihan winandi ing antawising priyagung kekalih mapan wonten ing satunggaling guo ingkang sapuniko sinebat Guo Rojo. Tindak Dalem Sinuhun ingkang mekaten wekasanipun kadenangan dening Walandi, awit wonten palapuran saking satunggaling Bupati. Tumuli ingkang Sinuhun dipun cepeng dening walandi soho dipun selong wonten ing Ambon. Inggih awit lekas Sinuhun Pakubuwono VI ingkang mekaten sasampunipun Indonesia mardiko Sampeyan Dalem Sinuhun Pakubuwono VI Sinengkaaken minongko satunggaling Pahlawan Nasional. Menggah sesambetan antawising Kraton Surokarto menopo dene Ngayogyakarto kaliyan argo Merapi Luimintu dumugi sapriki, ing wanci-wanci tinamtu ngawontenaken larung sesaji ing Merapi.
Kacariyos malih sesambetan kapitadiosan masyarakat dumateng satunggaling priyagung ingkang asmo Kyai Petruk asma Timuripun Piadegipun Handoko Kusumo awit dedeg piadegipun inggil kados piyayi Petrk ing pewayangan lajeng katelah asma Kyai Petruk sinebat ing kahthah bilih Kyai Petruk mujudaken Putranipun Pengangeng kapaniwon Cepogo. Wiwit timur panjenenganipun gentur kasutapanipun remen tetulung dateng sesamining ngagesang wicaksono tuwin waskitho ing pamawas, turto jujur lahir batosanipun, linambaran sekti mondro guno. Inggih awit saking kawontenan ingkang mekaten dening masyarakat Selo lan sakkiwotenghennipun gadah kapitadosan, bilih Kyai Petruk saget angayomi, masyarakat tlatah Selo ing sakiwa tengenipun saking pangamukipun Hardi Merapi. Ugi pinitadhos Kyai Petruk sedo lan mukswo ing Hardi Merapi. Ingkang meniko kagem memule angromati Kyai Petruk, masyarakat Selo saben ing malem 1 Suro ngawontenaken sedekah gunung tuwin larung sesaji, ingkang wujudipun : tumpeng sesaji, sekul gunung kadamel saking jagung, brubus kadamel saking roning lumbu, gomok, acung – acung, bhotok sempuro kanthi dipun jangkepi ubo rampe polo wijo jangkep, singkong baker telo rambat baker, unjukan kopi, jadah baker, rokok klobot, rokok gudang garam kretek, pisang rojo, sekar kantil, kunir soho tigan, arto Rp. 100,- kemeyan soho mliginipun sirahing Maheso ingkang kalarung ing hardi Merapi.

Sedoyo kolowau mujudaken sarono nyenyuwun dumateng gusti ingkang akaryo loko, mugi kepareng paring karahayon tuwin kabagyan dumateng mliginipun masyarakat Selo soho masyarakat Boyolali umumipun. Pramilo Upocoro Tradisional Sedekah Gunung Ingkang mujudaken tilaranipun poro leluhur katindakaken kanthi turun menurun lestantun dumugi sakpriki lan saklajengipun minongko ikhtiyar nglestantunaken budoyonipun poro Leluhur.

Nuwun

PANGRIPTO



sumber : http://www.pariwisataboyolali.info
Saparan

WISATA ZIARAH

MAKAM KI HAJAR SALOKA (Pendiri Selo)












PETILASAN KEBO KANIGORO
Prajurit Kerajaan Demak yang dikejar oleh Kompeni Belanda sampai terpojok di tempat ini dan menghilang secara misterius - menurut cerita lubang tempat menghilang Kebo Kanigoro tembus sampai ke pantai laut selatan.
Hingga kini nama tempat tersebut menjadi dukuh pojok












































sumber : http://www.pariwisataboyolali.info


Sedekah Gunung